Asosiasi Ahli Forensik Indonesia (AAFI) bersama Organisasi Kepolisian Unit (OKU) regional menggelar program pelatihan Forensik Digital Tingkat Lanjut yang bertujuan spesifik untuk meningkatkan akurasi dan keabsahan bukti digital dalam proses hukum. Inisiatif ini muncul sebagai respons terhadap peningkatan signifikan kasus kriminal yang melibatkan perangkat teknologi, seperti smartphone, komputer, dan jaringan internet. Pelatihan ini dirancang untuk membekali tim forensik dengan metodologi canggih dalam ekstraksi, analisis, dan penyajian data digital, memastikan bahwa setiap bukti yang diajukan ke pengadilan memenuhi standar ilmiah dan hukum tertinggi.

Pelatihan intensif ini mencakup materi krusial seperti pemulihan data terenkripsi, analisis malware dan ransomware, serta teknik investigasi pada cloud computing dan Internet of Things (IoT). Dr. Irfan Gani, Ketua Pelaksana AAFI, menjelaskan bahwa kurikulum yang digunakan telah disesuaikan dengan praktik terbaik internasional untuk menghadapi tantangan kejahatan siber yang semakin kompleks dan lintas batas. Sementara itu, Komisaris Besar (Pol.) Rina Wijaya dari OKU menambahkan, penguasaan teknik forensik digital tingkat lanjut sangat vital. Hal ini tidak hanya mempercepat pengungkapan kasus, tetapi juga meminimalisir risiko kegagalan penuntutan akibat bukti digital yang dianggap cacat atau tidak lengkap di mata hukum.

Salah satu penekanan utama dalam program ini adalah pada integritas rantai kustodi (chain of custody) bukti digital. Para peserta diajarkan cara memelihara hash value bukti digital dan mendokumentasikan setiap langkah akuisisi, untuk menjamin bahwa bukti tidak dimodifikasi dari saat ditemukan hingga disajikan di ruang sidang. Selain itu, pelatihan ini juga mengenalkan perangkat lunak dan tools forensik mutakhir yang mampu mengekstrak informasi tersembunyi dari sistem operasi dan aplikasi yang rusak atau dihapus. Dengan demikian, tim forensik di daerah akan mampu secara mandiri menangani kasus-kasus siber kompleks tanpa harus selalu bergantung pada unit khusus di pusat.

Kolaborasi antara AAFI dan OKU melalui pelatihan forensik digital tingkat lanjut ini merupakan langkah progresif dalam modernisasi sistem peradilan pidana. Dengan meningkatkan kompetensi ahli forensik digital di seluruh wilayah, Indonesia siap untuk menghadapi gelombang kejahatan berbasis teknologi yang terus berkembang. Inisiatif ini tidak hanya meningkatkan kemampuan aparat penegak hukum dalam mengungkap kejahatan secara lebih cepat dan akurat, tetapi juga memperkuat kepercayaan publik terhadap kualitas dan objektivitas bukti yang dihasilkan dari investigasi digital.