Asosiasi Ahli Forensik Indonesia (AAFI) bersama Organisasi Kepolisian Unit (OKU) regional mengumumkan sebuah terobosan signifikan dalam bidang forensik bencana dengan berhasil mengembangkan metode analisis DNA terbaru yang jauh lebih cepat dan akurat untuk identifikasi korban bencana massal. Metode inovatif ini dirancang khusus untuk mengatasi tantangan yang sering muncul dalam situasi bencana, seperti degradasi sampel DNA akibat paparan suhu ekstrem, kelembapan tinggi, atau kontaminasi. Penemuan ini diharapkan dapat mempercepat proses identifikasi yang vital bagi keluarga korban dan penegakan hukum.
Metode baru yang dikembangkan ini melibatkan kombinasi teknik Next-Generation Sequencing (NGS) yang dimodifikasi dengan protokol ekstraksi DNA yang disempurnakan, khususnya untuk sampel-sampel yang sulit (challenging samples). Dr. Irfan Gani, Ketua AAFI, menjelaskan bahwa protokol konvensional seringkali gagal menghasilkan profil DNA yang lengkap dari sampel yang sudah terdegradasi parah. "Dengan metode terbaru ini, kami mampu mendapatkan profil mitokondria DNA (mtDNA) dan Short Tandem Repeats (STR) yang berkualitas tinggi, bahkan dari fragmen tulang atau gigi yang berusia lama atau terpapar zat kimia," ujar Dr. Gani. Hal ini secara dramatis meningkatkan tingkat keberhasilan identifikasi dalam waktu yang jauh lebih singkat.
OKU menyambut baik terobosan ini sebagai peningkatan kapasitas yang sangat dibutuhkan dalam upaya Disaster Victim Identification (DVI). Komisaris Besar (Pol.) Rina Wijaya dari OKU menyatakan bahwa kecepatan identifikasi adalah kunci untuk efektivitas manajemen bencana. Pelatihan intensif akan segera dilakukan untuk menyebarluaskan metode ini kepada tim forensik di seluruh daerah yang rawan bencana. Penggunaan metode baru ini juga mencakup implementasi sistem database forensik yang terintegrasi, yang mampu membandingkan profil DNA korban dengan data antemortem (sebelum kematian) yang tersedia dalam hitungan jam, bukan hari atau minggu.
Terobosan yang dicapai oleh AAFI dan OKU ini tidak hanya menempatkan Indonesia di garis depan inovasi forensik bencana di tingkat regional, tetapi juga memperkuat komitmen negara untuk memberikan kepastian hukum dan kemanusiaan pascabencana. Diharapkan dengan metode analisis DNA yang lebih cepat dan andal, trauma yang dialami keluarga korban dapat diringankan, dan proses administrasi serta hukum yang menyertai bencana dapat diselesaikan dengan lebih efisien. Inovasi ini menjadi bukti nyata sinergi ilmu pengetahuan dan penegakan hukum dalam misi kemanusiaan.